Komentar Para Tokoh terhadap Konferensi Rajab Hidup Sejahtera di bawah naungan KHILAFAH

Posted: June 22, 2011 in INFO MUSLIM
Tags:
from Berita Harian Mantap by Mahyudin Al Fatih
BeritaMantap.com – KH Prof Miftah Farid, Ulama Jawa Barat
Seorang Muslim itu mempunyai kewajiban melaksanakan syariat Islam dan menegakkan syariat islam. Itu makna yang luas dari “udkhuluu fii silmi kaffah”. Mudah-mudahan konferensi ini sukses dan barakah, melahirkan semangat untuk melaksanakan penegakan ajaran Islam di bumi pertiwi ini.

KH Athian Ali M Dai, Ketua Forum Ulama Umat Indonesia
Kalau ada seorang Muslim, tidak ada sedikitpun keinginan menegakkan syariat Islam harus diragukan keislamannya. Mudah¬-mudahan konferensi ini bisa memberikan pencerahan bagi mereka yang belum mengerti Islam atau kepada mereka yang selama ini tidak pernah mau mengerti tentang Islam.

Prof Dr H Detri Karya, Rektor Universitas Islam Riau Pekanbaru
Momentum Konferensi Rajab 1432 H yang ditaja oleh HTI mengingatkan kembali kepada umat pentingnya Syariah dan Khilafah dalam menyftsaikan problematika umat. Semoga Konferensi rajah yang diadakan oleh HTI Riau berlangsung suskes dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Saya mendukung perjuangan yang dilakukan oleh Hizbut tahrir Indonesia dalam memperjuangkan syariah dan khilafah.

Tgk. Faisal Ali (Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh)
Agama tidak boleh dipisahkan dari Negara Islam tidak bisa dipisahkan dari kekuasaan, khilafah adalah sistem kekuasaan yang dimiliki Islam. Momentum Konferensi Rajab 1432 H bisa menjadi salah satu medium untuk memperkuat kesadaran bersyariah menuju syariah Islam secara kaffah bahkan khilafah.

Prof Zainal Abidin, mantan Rektor KIN Ar-Raniry
Kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara akan bisa terjamin berada dalam syariah ketika ada khalifah sebagaimana dahulu Rasulullah telah memberi contoh kepada kita. Konferensi Rajab 1432 H adalah stimulan yang harus dilanjutkan dalam gerakan dakwah di tengah umat setiap saat.

Zardan Arabi MT, Pengusaha Aceh
Konferensi Rajab bisa menjadi jembatan menjelaskan persoalan apa itu syariah dan bagaimana syariat Islam bisa menjadikan umat kembali berjaya sebagaimana pendahulu kita.

Tgk Abdur Rani, Ketua MPU Aceh Barat
Gagasan Daulah Khilafah Islamiyah saya rasa itu patut diperjuangkan, karena yang telah berhasil memakmurkan masyarakat itu adalah sistem Khilafah.

Ust. Hazbullah Huda, Pengasuh Majelis Ta’lim Babur Rohim, Kotawaringin, Kalteng
Hanya dengan sistem Khilafah Islamiyah, bumi dan seisinya akan damai, makmur, sentosa di bawah naungan ridha dari Allah SWT

Buya H. Hasan Nasiruddin, Lc.MA, Ketua Majelis Ulama Nagari Balingka-Kab Agam
Syariah Islam merupakan sistem hidup yang sempurna dan modern. Islam sebagai ‘rahmatan lil alamin’ tidak akan mungkin bisa dicapai tanpa adanya syariah dan khilafah yang akan menerapkan Islam secara kaffah. Kita bersyukur dengan ada Konferensi Rajab 1432 H. Semoga kesadaran masyarakat terhadap syariah dan khilafah semakin kuat sehingga nashrullah segera terwujud.

Buya H. Drs. Sudirman, Pengawas Pendidikan Muhammadiyah Sumbar
Ketiadaan Khilafah Islam adalah pangkal dari segala malapetaka, kerusakan dan problem yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, menegakkan kembali kehidupan Islam melalui Khilafah Islam inilah yang sesungguhnya harus menjadi masalah utama umat Islam. insyaallah dengan konferensi rajab ini, umat kembali sadar dan yakin bahwa khilafah adalah janji Allah dan solusi.

Buya Alimudin, Ketua Komisi Fatwa MUI Kab Pesisir Selatan, Sumbar
Konferensi Rajab 1432 H merupakan momentum yang baik untuk mengajak ulama dan mubaligh bersatu untuk memberikan informasi kebobrokan penguasa serta menggantinya dengan kehidupan khilafah islam. Semoga acara Konferensi Rajab berjalan baik dan diberi kemudahan oleh Allah SWT.

Buya Rusydi St. Iskandar, Ketua Majelis Ulama Salingka Danau Maninjau, Sumbar
Ideologi dan sistem yang diterapkan di negeri ini nyatanya tidak mampu membebaskan negeri ini dari penjajahan dan menyejahterakan penduduknya. Karena itu, saatnyalah bangsa ini segera merujuk pada ideologi dan sistem Islam dalam mengelola negara. Itulah syariah yang diterapkan oelh sistem pemerintahan Khilafah.

Ustadz Basral Yan, M.Ag, Ketua Ikatan Muballigh Profesional Kota Padang
Sudah seharusnya umat mencampakkan sistem demokrasi dan menggantinya dengan sistem yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, yang menjamin keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Kita ambil dan terapkan petunjuk hidup dan sistem khilafah yang diberikan oleh Allah Yang Mahabijaksana.

Buya Drs. Afdhal A Saad, Ketua Umum Dewan Dakwah Kab. Solok, Sumbar
Saya selaku ulama di Kab. Solok sangat mendukung sekali upaya yang dilakukan HTI saat ini, dan mudah-mudahan umat “bangun dari tidur panjangnya” Insya Allah kami dalam waktu yang tesisa akan ikut mensosialisasikan Konferensi Rajab ini kepada umat, agar mereka paham perjuangan paling utama yang seharusnya dilakukan umat saat ini. Semoga HTI diberkahi oleh Allah.

Gus Mujib, Pengasuh Pesantren Dakwah Mambaul Hikam, Suko, Kab. Lumajang, Jawa Timur
Bila syariah Islam diamalkan/ditegakkan dengan sempurna oleh khilafah maka Islam menjadi rahmat seluruh alam. Yang diuntungkan tidak hanya orang Islam tetapi juga orang kafir. Kehidupan lebih damai, aman. Syariah itu solusi. Tidak ada solusi lainnya.

KH. Muwafiq Ma’mun, Pengasuh Madin Nurul Huda, Warungdowo, Pasuruan, Jawa Timur
Kyai-kyai sejak dari dulu menginginkan penerapan Islam secara kaffah. Mari bersama¬-sama berjuang menegakkan Khilafah, semoga pertolongan Allah SWT kita dapatkan sebagaimana Rasulullah mendapatkannya.

KH. Mas Tohari, Pengasuh Ponpes Roudlotul Mutoharoh, Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur
Syariah Islam tempatnya tentu Khilafah. Sebab Khilafah untuk menyatukan umat Islam sedunia. Orang yang tidak percaya dan mengikuti Rasulullah SAW dengan membawa syariahnya namanya “orang gila”.

KH. Azhari Abbas, Ketua MUI Provinsi Kepulauan Riau
Umat Islam harus merespon secara positif penerapan sistem Syariah dan Khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir, karena sistem syariah dan Khilafah-lah yang akan dapat menyelesaikan semua permasalahan di negeri tercinta yang sudah carut marut ini.

Drs. HM. Sirajuddin, Sekretaris Majelis Syuro-Komite Perjuangan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan
Kami sangat mendukung pelaksanaan Konferensi Rajab 1432 H yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Konferensi Rajab makin mengokohkan opini penegakan syariah dan khilafah.

KH. Abdul Jalil, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Aman ¬Gombara Sulawesi Selatan
Sudah sepatutnya ulama tampil terdepan dalam perjuangan syariah dan khilafah, utamanya dengan ilmu yang dimilikinya dalam mendakwahkan Islam dibarengi dengan amal perbuatan.

KH. Syamsuddin Latif, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar
Momentum Rajab 1432 H menjadi sangat penting untuk mengingatkan kaum muslimin
pada peristiwa keruntuhan Khilafah 90 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 Rajab 1342 H. Pasca keruntuhan Khilafah, umat laksana anak ayam tanpa induk sehingga membawa kemerosotan sangat parah pada diri umat Islam. Bulan Rajab 1432 juga menjadi momentum untuk penyadaran besar-besaran umat bahwa hanya dengan Khilafah kaum Muslimin dapat bangkit dan membangun kembali kejayaaan peradaban dan menggapai kesejahteraan.

KH. Muslimin Lahadji, SH, Pimpinan Ponpes Darul Khair Desa Masing Kec. Batui Selatan Kab. Banggai, Sulawesi Tengah
Penerapan syariah Islam merupakan harga mati bagi umat Islam, karena tidak ada satupun sistem yang bisa menyejahterakan bangsa dan negara kecuali dengan syariah Islam. Satu kekurangan umat Islam scat ini karena tidak adanya kepemimpinan tunggal (Khilafah) yang menjadi rujukan umat Islam.

KH. Ahmad Yani Hamid, Ketua Umum MUI Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan
Saya sangat mendukung perjuangan Hizbut Tahrir, dan juga diharapkan kepada adik¬-adik Hizbut Tahrir untuk banyak menyosialisasi¬kan ke daerah-daerah agar umat tahu tentang syariah, khilafah dan Hizbut Tahrir. Dan insya Allah hanya Hizbut Tahrir satu-satunya harapan umat ke depan.

KH. Endang Ahmad Arif, Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 606 Lampung dan Ketua Forum Komunikasi Ponpes/FKPP se¬Lampung Selatan
Scat ini banyak persoalan-persoalan dan kerusakan yang mendera Umat Islam, seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan kezaliman. Oleh karenanya, sebagai hamba yang mengimani Allah dan rasulnya sudah semestinya kita menegakkan syariah dan khilafah yang akan membawa pada kehidupan yang penuh berkah dan sejahtera.

Dr ling Lukman M.Si, Dosen Universitas Malahayati Lampung/Alumnus Universitas Putra Malaysia
Saya sangat mendukung penegakan syariah dan khilafah, sebab kini ketika kita tidak menerapkan syariah dan khilafah maka yang terjadi adalah kerusakan. Mudah-mudahan dengan adanya Konferensi Rajab makin banyak umat yang mendukung perjuangan syariah dan khilafah.

Tuan Guru HM. Yusuf Usman, Tokoh Masyarakat dan sesepuh Bima, Nusa Tenggara Barat
Menegakkan syariah Islam adalah kewajiban bagi umat Islam yang telah mengucapkan bai’at kepada Allah SWT. Syariah islam akan menjadi rahmat bagi seluruh alam ini. Penerapan syariah tidak ada akan bisa berjalan kecuali dengan tegaknya khilafah islamiyah. Semoga HT tetap istiqamah dan konsisten memperjuangkan syariah Islam dan khilafah.

Ust Drs Ahmad Gunarso, MM, Ketua Dewan Dakwah Islamiah Indonesia Tulungagung, Jawa Timur
Kaum Muslimin jangan mengharap kebahagiaan dunia akhirat bila tidak kembali pada syariat Islam. Khilafahlah yang akan menjamin terlaksananya hukum syara’ secara kaffah. Kita semua harus berjuang sekuat tenaga, kalau tidak mampu ya dengan harta, dan paling tidak mendoakan agar khilafah segera tegak.

KH. Qowaid, Ketua Majelis Ta’lim AI-Mu’ashiroh Kota Mojokerto
Syariah dan Khilafah adalah fardhu bagi tiap Muslim untuk menegakkannya. Hizbut Tahrir harus mampu bersinergi dengan seluruh komponen umat Islam dalam perjuangannya.

Sukri Fadholi SH, Ketua DPD I PPP DIY dan mantan Wakil Walikota Yogyakarta
Sejarah membuktikan bangsa yang kita cintai ini ketika meninggalkan prinsip Islam dalam
membangun kehidupan bangsa ini ternyata tidak bisa memberikan kemaslahatan umat. Bila bangsa Indonesia mampu menegakkan prinsip islam yang utuh dan kaffah dengan sistem khilafah tentunya Allah akan memberikan jaminan kehidupan negara ini menjadi negara yang makmur baldhatun thayibatun warabun ghafur kemudian punya kehormatan yang bermaslahat bagi umat.

Ust. Bukhori, Mudhir Ma’had Al Muslimun Magetan
Dengan runtuhnya Khilafah yang berpusat dii Turki tahun 1924, umat Islam seperti anak ayam kehilangan induk, terus dicerai-beraikan dan dimangsa penjajah. Kini saatnya umat Islam bangun dari tidurnya, bangkit dari kelalaiannya yang sudah sekian lama. Semoga Konferensi Rajah 1432 H ini menjadi titik tolak kebangkitan umat Islam, untuk mengembalikan kemuliaannya yang telah lenyap.

Ust. H. Masriyuddin Aziz, Anggota Forum Komunikasi Mubaligh (FKM) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Saya sangat mendambakan tegaknya Khilafah Islamiyah dan saga sangat mendukung
upaya Hizbut Tahrir Indonesia dalam menegakkan syariah dan khilafah karena itu (Khilafah)
merupakan mutiara yang hilang saat ini. Selain itu Khilafah juga merupakan tuntutan aqidah umat Islam dan sehingga kita tidak mengenal Islam hanya sekadar konsep belaka. Dengan tegaknya Khilafah umat Islam dapat langsung merealisasikan ajaran Islam secara totalitas.

Ust Nashrullah, MT, Dosen FakTeknik Untan, Pontianak
Kita memang harus kembali keagama dengan melaksanakan Islam secara kaffah. Sejak zaman dulu nabi itu membawa syariat, sebetulnya untuk akhir zaman ini adalah syariat Islam sebagai penyempurna syariat agama samawiyah, solusi untuk masyarakat kita bagaimana kita membumikan syariat Islam.

KH. Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman Desa Tegal Pasir Kecamatan Jambe Sari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur
Saya bukan hanya sekadar setuju dengan diadakannya acara Konferensi Rajab oleh HTI tetapi juga mendukung karena di dalam acara tersebut ada beberapa faktor yang bisa dijadikan penyemangat dalam perjuangan menegakkan kembali syariat Islam dan khilafah seperti yang kita idam-idamkan.
KH Abdul Roif Huntoyungo, Ulama Pengasuh Hikmah Pagi RRI Gorontalo
Syariat Islam wajib diterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Umat harus berjuang untuk menegakkan khilafah agar syariat bisa diterapkan secara kaffah. Tantangannya berat tapi harusterus diperjuangkan.

M. Ilyas Kono, Muballigh dan Pimpinan Yayasan Format Bangsa Provinsi Gorontalo
Tiada yang lebih sesat sesesat-sesatnya kecuali orang yang mengambil hukum selain hukum Allah. Untuk mencapai kejayaan harus kembali kepada hukum Allah, kembali kepada syariah dan khilafah. Tidak ada kejayaan jika kita tidak menegakkan khilafah di muka bumi Allah.

Dr Triyogo Suhadi, Birokrat
Perjuangan HT menegakkan khilafah perlu didukung secara signifikan dan terus menjalin mitra dengan ormas-ormas Islam lainnya menuju kesatuan barisan.

Susmin Ito, Ketua UKM Penalaran dan Keilmuan Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Melalui Konferensi Rajab yang dilaksanakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia dapat mengetuk keimanan kita semua untuk kembali berpegang teguh pada tali agama Allah SWT melalui penerapan syariat dan penegakan Khilafah Islamiyah yang telah terbukti mampu menyelesaikan seluruh problematika umat lebih dari 13 abad.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s