Gali Lubang Tutup Lubang

Posted: October 8, 2011 in INFO MUSLIM
Tags:
by info@mediaumat.com (MUAdmin)

Kehidupan keluarga-keluarga Muslim saat ini penuh dengan kesulitan akibat diterapkannya sistem kapitalisme yang kejam. Banyak keluarga-keluarga Muslim yang hidup serba pas-pasan, bahkan kekurangan. Mungkin untuk kebutuhan reguler sehari-hari cukup, tapi begitu ada kebutuhan mendadak, terbelitlah kesulitan finansial. Seperti jika anak sakit keras, saatnya masuk sekolah, terkena musibah atau kecelakaan, dll.

Terkadang, ibu rumah tangga pun terpaksa gali lubang tutup lubang untuk menjaga stabilitas keuangan plus terpenuhinya kebutuhan seluruh anggota rumah.  Perabotan rumah tangga pun tak sedikit yang dibeli dengan cara utang alias kredit. Seperti televisi, mesin cuci, motor hingga rumah. “Habis gimana, kalau nggak ngutang, kapan kebeli?” begitu alasannya.

Salahkah? Tidak. Utang adalah salah satu muamalah yang dihalalkan. Bahkan, Islam sudah mengatur dengan sangat indah.

Bagi yang berutang, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Tak perlu malu/gengsi

Terlebih jika memang untuk kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Semisal anggota keluarga sakit, kecelakaan, kena musibah, dll.

2. Tolak riba

Bagaimanapun mendesaknya kebutuhan kita, jangan sampai menerima bantuan mengandung riba, karena jelas keharamannya. Teruslah berusaha mencari pinjaman yang tidak mensyaratkan bunga, insya Allah pasti ada jalan. Jika tidak ada, lebih baik jual barang berharga.

3. Pilih orang terpercaya

Setidaknya kita paham akidahnya, sehingga utang tidak menjadi fitnah. Banyak kasus, silaturahmi bubar hanya gara-gara utang-piutang. Seperti, sang piutang menceritakan ke sana-sini bahwa kita tukang berutang. Atau, dia menagih utang tanpa ada toleransi alias ngajak ribut.

4. Segera bayar

Utang sifatnya wajib dibayar. Jika sudah ada kelonggaran, segeralah membayar utang dan  jangan sengaja menunda-nunda. Rasulullah SAW bersabda: “Yang terbunuh di jalan Allah (syahid) akan dihapuskan semua dosanya kecuali utang.” (HR Muslim)

5. Hindari konsumtif

Jika tidak mendesak, sebisa mungkin hindari utang untuk kebutuhan konsumtif. Lebih baik untuk tujuan produktif, seperti modal usaha. Dengan begitu jika mendapat keuntungan, kelak akan memperbaiki hidup sehingga ke depan tak perlu berutang lagi.

6. Catat

Utang wajib dibayar sampai kita meninggal. Untuk menghindari lupa, catatlah semua utang kita sekecil apapun, sehingga ketika kita meninggalpun bisa dibayarkan oleh ahli waris.

Sementara itu, bagi pihak yang diutangi, hendaklah memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Ringankan tangan

Memberi utang ibarat setengah sedekah. Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya memberi pinjaman (hutang) itu menempati kedudukan setengah sedekah.”

2. Melonggarkan tenggang waktu

Jika pengutang belum bisa membayar sesuai waktu yang dijanjikan, dan benar-benar karena memang belum punya, hendaklah berlapang dada memundurkan waktu. Rasulullah SAW berkata, “Barangsiapa memberi tempo kepada orang yang belum mampu melunasi utangnya, maka ia setiap hari seperti bersedekah sejumlah barang yang ia utangkan.”

3. Membebaskan utang

Jika peminjam tak bisa melunasi utang, meski sudah diberi toleransi waktu yang panjang, bisa jadi memang dia benar-benar tak mampu. Orang seperti ini, layaknya diberi sedekah, bukan diutangi. Karena itu, ikhlaskanlah. Insya Allah besar pahalanya. “Barangsiapa yang mau diselamatkan Allah dari kesusahan pada hari kiamat, maka hendaklah dia memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan atau membebaskan utangnya.” (HR. Muslim).

Demikianlah, Islam menganjurkan kaum Muslimin untuk saling tolong menolong dengan utang-piutang dilandasi empati dan jalinan kekerabatan.[] kholda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s